RASIONALISME

RASIONALISME

Para toloh aliran Rasionalisme di antaranya ialah adalah Descartes (1596-1650 M), Spinoza (1632-1677 M), dan Leibniz (1646-1716 M).

Descartes dianggap sebagai Bapak Filsafat Modern. Menurut Bertrand Russel, anggapan itu memang benar. Kata Bapak diberikan kepada Descartes karena dialah orang pertama pada Zaman Modern yang membangun filsafat yang berdiri atas keyakinan diri sendiri yang dihasilkan oleh pengetahuan akliah. Dialah orang pertama diakhir Abad Pertengahan yang menyusun argumentasi yang kuat yang distinct, yang menyimpulkan bahwa dasar filsafat haruslah akal, bukan perasaan, bukan iman, bukan ayat suci, bukan yang lainnya.

Menurut catatan, Descartes adalah orang Inggris. Ayahnya anggota parlemen Inggris. Pada tahun 1612 M Descartes pergi ke Prancis. Ia taat mengerjakan ibadah menurut ajaran agama Katholik, tapi ia juga menganut Galileo yang pada waktu itu masih ditentang oleh tokoh-tokoh Gereja. Dari tahun 1629 M sampai tahun 1649 M ia menetap di Belanda.

Descartes mengembangkan aturan universal dari pikiran manusia dan tidak mewahyukan corak dari dunia yang dipelajari. Bagi descartes hal itu dianggap mungkin karena roh kita mempunyai idea innata, ide yang sudah ada waktu kita lahir. Berdasar idea innata dan aturan dari pikiran yang logis kita mencapai pengetahuan yang pasti. Aturan yang logis itu ialah: jangan menerima hal yang tidak eviden, uraikanlah persoalan menjadi unsur-unsur persoalan, susunlah pikiran mulai dengan yang sederhana naik sampai yang lebih sukar dan menjadi yakin bahwa ada aturan dan corak juga kalau corak itu tidak dilihat. Kesatuan dan universalitas ilmu pengetahuan adalah kesatuan dan universalitas dari roh manusia.

Descartes mencari suatu dasar bagi metoda itu. bagaimana saya bisa tahu bahwa hal yang menampakkan dirinya dengan jelas pada mata rohani ialah hal yang betul-betul terdapat dalam dunia luar, bagaimana saya tahu bahwa itu bukan impian?

Untuk menjajaki sesuatu yang dianggap benar itu, Descartes mengandalkan metoda keraguan. Metoda keraguan itu bukanlah tujuannya. Tujuan metoda ini bukanlah untuk mempertahankan keraguan. Sebaliknya, metoda ini bergerak dari keraguan menuju kepastian. Keraguan Descartes hanya ditujukan untuk menjelaskan perbedaan sesuatu yang dapat diragukan dari sesuatu yang tidak dapat diraguakn. Ia sendiri tidak pernah pernah meragukan bahwa ia mampu menemukan keyakinan yang berada dibalik keraguan itu, dan menggunakannya untuk membuktikan suatu kepastian di balik sesuatu.

 

Spinoza (1632-1677 M)                                                                                                         Spinoza dilahirkan pada tahun 1632 dan dan meninggal dunia pada tahun 1677 M. Nama aslinya Baruch Spinoza. Setelah ia mengucilkan diri dati agama Yahudi, ia mengubah namanya menjadi Benedictus de Spinoza.

Secara selintas permasalahan metafisika modern tetap sama dengan masalah metafisika pada masa pra-Socrates, yaitu: berapa subtsansi yang ada? Apa itu? Apa beda yang satu dengan satu yang lain? Bagaimana setiap subtansi (atau sesuatu) itu berinteraksi? Bagaimana substansi itu muncul? Apakah alam semesta mempunyai permulaan?

Persoalan-persoalan ini memang persoalan lama. Thales bahkan sudah mempersoalkan sebagian dari pertanyaan itu. Akan tetapi, bila dipikir-pikir, memang masih adakah pertanyaan metafisika selain itu?

Spinoza mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Sebenarnya dapat diduga, ia pasti menggunakan cara yang sekurang-kurangnya sama rumitnya dengan cara yang digunakan oleh Descartes, orang yang memang diikutinya. Dugaan kita memang benar. Ia menggunakan deduksi matematis ala Descartes. Ia mulai dengan meletakkan definisi-definisi, aksioma-aksioma, proposisi-proposisi, kemudian barulah membuat pembuktian (penyimpulan) berdasarkan definisi, aksioma, atau proposisi itu. Cukup rumit juga.

 

 

 

Leibniz (1646-1716 M)

Gottfried Eilhelm von Leibniz lahir pada tahun 1646 M dan meninggal pada tahun 1716 M. Ia filosof Jerman, matematikawan, fisikawan dan sejarawan. Lama menjadi pegawai pemerintah, menjadi atase, pembantu pejabat tinggi negara. Pusat metafisikanya ialah idea tentang substansi yang di kembangkan dalam konsep monad.

Metafisika Leibniz sama memusatkan perhatian pada substansi. Bagi Spinoza alam semesta ini mekanistis dan keseluruhannya bergantung kepada sebab, sedangkan substansi pada Leibniz ialah prinsip akal yang mencukupi, yang secara sederhana dapat dirumuskan sesuatu harus mempunyai alasan. Bahkan Tuhan juga harus mempunyai alasan untuk setiap yang diciptakannya. Kita lihat bahwa hanya ada atau substansi. Leibniz berpendapat bahwa substansi itu banyak. Ia menyebut substansi-substansi itu monad. Setiap monad berbeda satu dari yang lain, dan Tuhan (sesuatu yang super mpnad dan satu-satunya monad yang tidak di cipta) adalah pencipta monad-monad itu. Maka karya Leibniz tentang ini di beri judul monadology (study tentang monad) yang di tulisnya 1714. ini adalah singkatan metafisika Leibniz.

Categories: Filsafat | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Ihsanulirfan's Blog

physics is my life :)

Kebab Ajieb And Spirit Tea

Just another WordPress.com site

isnaherawaty

Just another WordPress.com site

RINO LIGHT_Sugeng Santoso

Karya, Bisnis, dan Usahaku Untuk Berbagi Bersama Kalian

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

Adi Maja Diary

welcome in my life

Catatan si Kecil

A great WordPress.com site

Wachied Van Eerlijk

A topnotch WordPress.com site

My Site The Munawar

Tersenyumlah Karena Ku Tau Senyummu Itu Indah

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

fabelster

Education & Music

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: