TUHAN PARA FILSUF

Namun, falsafah tidak mati sama sekali sebagai akibat polemik
Al-Ghazzali. Di Cordova, seorang filsuf Muslim terkemuka mencoba
menghidupkannya lagi dengan berkilah bahwa itu adalah bentuk keberagamaan
yang tertinggi. Abu al-Walid ibn Ahmad ibn Rushd (1126 – 1198), yang di
Eropa dikenal sebagai Averroes, menjadi otoritas di Barat di kalangan
Yahudi maupun Kristen. Dalam abad ke-13 karya-karyanya diterjemahkan ke
dalam bahasa Hibrani dan Latin, dan komentar-komentarnya tentang
Aristoteles berpengaruh luas terhadap ahli-ahli teologi terkemuka seperti
Maimonides, Thomas Aquinas dan Albert Agung. Dalam abad ke-19, Ernest Renan
memujinya sebagai jiwa yang bebas, kampiun rasionalisme melawan kepercayaan
membuta. Namun, di dalam dunia Islam, Ibn Rushd merupakan tokoh yang lebih
tersisih. Di dalam karirnya serta karya-karya sesudah wafatnya, kita dapat
melihat perpisahan antara cara Timur dan Barat di dalam pendekatan serta
konsepsi tentang Tuhan. Ibn Rushd dengan bersemangat menolak pengutukan
al-Ghazzali terhadap Falsafah serta caranya mendiskusikan hal-hal esoterik
ini secara terbuka. Berbeda dengan pendahulunya Al-Farabi dan Ibn Sina, ia
adalah seorang Kadi, ahli dalam Hukum Syariat, di samping seorang filsuf.
Kaum ulama selalu curiga terhadap Falsafah beserta Tuhannya yang secara
fundamental berbeda, tetapi Ibn Rushd berhasil memadukan Aristoteles dengan
kesalehan Islam yang lebih tradisional. Ia yakin tidak ada pertentangan
sedikit pun antara agama dan rasionalisme. Keduanya mengungkapkan kebenaran
yang sama dengan cara yang berbeda; keduanya memandang kepada Tuhan yang
sama. Namun, tidak semua orang mampu berpikir secara filosofis, sehingga
Falsafah hanya cocok bagi kaum elite intelektual. Falsafah akan
membingungkan umat kebanyakan dan mendorong mereka ke dalam kesalahan yang
membahayakan keselamatan abadi mereka. Di situlah pentingnya tradisi
esoterik, yang menjaga ajaran-ajaran yang berbahaya ini dari mereka yang
tidak siap untuk menerimanya. Itu sama saja dengan Sufisme dan
kajian-kajian batiniah dari kaum Ismailiah; jika orang yang tidak cocok
mencoba latihan-latihan mental ini, mereka bisa jatuh sakit berat dan
mengalami berbagai gangguan jiwa. Ilmu Kalam juga sama berbahayanya. Ilmu
itu tidak sejauh Falsafah yang sebenarnya, dan mudah memberikan pandangan
yang menyesatkan bahwa mereka tengah berdiskusi secara rasional padahal
sebenarnya tidak. Akibatnya, ilmu Kalam hanya membangkitkan perdebatan
doktriner yang tidak bermanfaat, yang hanya melemahkan iman masyarakat yang
tidak terdidik dan membuat mereka cemas.

Ibn Rushd percaya bahwa penerimaan kebenaran-kebenaran tertentu
adalah penting bagi keselamatan — ini merupakan pandangan baru di dunia
Islam. Kaum Faylasuf merupakan otoritas utama dalam hal ajaran: hanya
merekalah yang mampu menafsirkan kitab suci dan merekalah orang yang
disebut-sebut di dalam Al-Qur’an sebagai orang yang “berakar secara
mendalam dalam pengetahuan”. [QS 3:5] Orang lain harus menerima Al-Qur’an
dan membacanya secara harafiah, tetapi kaum Faylasuf dapat mencoba
menafsirkannya secara simbolik. Tetapi, bahkan kaum Faylasuf harus menerima
‘kredo’ ajaran-ajaran wajib tertentu, yang didaftarkan oleh Ibn Rushd
sebagai berikut:

1. Adanya Tuhan sebagai Pencipta dan Pemelihara alam semesta.
2. Keesaan Tuhan.
3. Sifat-sifat tahu, kuasa, kehendak, mendengar, melihat dan bicara, yang
dikenakan kepada Tuhan di dalam Al-Qur’an.
4. Keunikan dan ketiadataraan Tuhan,sebagaimana jelas dinyatakan dalam
QS 42:9, “Tidak ada apa pun yang mirip Aku.”
5. Penciptaan alam semesta oleh Tuhan.
6. Keabsahan nubuat kenabian.
7. Keadilan Tuhan.
8. Kebangkitan badan pada Hari Akhir.

Ajaran-ajaran tentang Tuhan ini harus diterima secara keseluruhan,
oleh karena Al-Qur’an tidak mendua dalam hal ini. Misalnya, Falsafah tidak
selalu menerima kepercayaan tentang penciptaan alam semesta, sehingga tidak
jelas bagaimana ajaran Al-Qur’an itu harus dipahami. Sekalipun Al-Qur’an
menyatakan secara tegas bahwa Tuhan menciptakan alam semesta, kitab itu
tidak menguraikan bagaimana Tuhan melakukannya, dan apakah penciptaan itu
terjadi pada suatu saat tertentu di dalam waktu. Ini memungkinkan kaum
Faylasuf bebas mengadopsi pandangan kaum rasionalis. Kemudian, Al-Qur’an
menyatakan bahwa Allah mempunyai sifat-sifat seperti pengetahuan, tetapi
kita tidak tahu dengan tepat apa artinya itu oleh karena konsep kita
tentang pengetahuan mau tidak mau bersifat manusiawi dan tidak memadai.
Oleh karena itu, Al-Qur’an tidak niscaya bertentangan dengan kaum filsuf,
ketika mengatakan bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu yang kita perbuat.

Di dalam dunia Islam, mistisisme begitu penting sehingga konsep
Ibn Rushd tentang Tuhan, yang didasarkan pada teologi yang sepenuhnya
rasionalistik, tidak banyak berpengaruh. Ibn Rushd merupakan tokoh yang
dihormati tetapi kurang penting di dunia Islam, tetapi ia menjadi amat
penting di Barat, yang menemukan kembali Aristoteles melalui dia dan
mengembangkan konsep Tuhan yang lebih rasionalistik. Kebanyakan orang
Kristen Barat memiliki pengetahuan yang sangat terbatas tentang budaya
Islam dan tidak tahu tentang perkembangan filsafat sesudah Ibn Rushd. Oleh
karena itu, sering diasumsikan bahwa karir Ibn Rushd menandai akhir dari
filsafat Islam. Sesungguhnya, selama masa hidup Ibn Rushd sendiri, ada dua
filsuf terkemuka, yang kelak akan sangat berpengaruh dalam dunia Islam,
menulis karya mereka di Irak dan Iran. Yahya Suhrawardi dan Muid ad-Din ibn
al-Arabi mengikuti jejak Ibn Sina alih-alih Ibn Rushd, dan mencoba
memadukan filsafat dengan spiritualitas mistikal. Kita akan membahas karya
mereka dalam bab mendatang.

Categories: Filsafat | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Ihsanulirfan's Blog

physics is my life :)

Kebab Ajieb And Spirit Tea

Just another WordPress.com site

isnaherawaty

Just another WordPress.com site

RINO LIGHT_Sugeng Santoso

Karya, Bisnis, dan Usahaku Untuk Berbagi Bersama Kalian

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

Adi Maja Diary

welcome in my life

Catatan si Kecil

A great WordPress.com site

Wachied Van Eerlijk

A topnotch WordPress.com site

My Site The Munawar

Tersenyumlah Karena Ku Tau Senyummu Itu Indah

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

fabelster

Education & Music

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: