LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Ada tiga landasan pengembangan kurikulum, yakni landasan filosofis, psikologis, dan sosiologis-teknologis. Ketiga landasan tersebut diuraikan sebagai berikut;

  1. A.           Landasan Filosofis

Filsafat berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu dari kata “philos”dan “sophia”. Philos artinya cinta yang mendalam, dan Sophia adalah kearifan atau kebijaksanaan. Denga demikian filsafat secara harfiah dapat diartikan sebagai cinta yang mendalam akan kearifan. Secara popular filsafat diartikan sebagai pandangan hidup suatu masyarakat atau pendirian hidup bagi individu. Dengan demikian, maka jelas setiap individu atau setiap kelompok masyarakat secara filosofis akan memiliki pandangan hidup yang mungkin berbeda sesuai dengan nilai-nilai yang dianggapnya baik.

Filsafat merupakan suatu landasan fundamental, yang memegang peranan I penting dalam proses pengembangan kurikulum. Ada empat fungsi filsafat dalam proses pengembangan kurikulum:

  1. Dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan
  2. Dapat menentukan isi atau materi pelajaran yang harus diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
  3. Dapat menentukan strategi atau cara pencapaian tujuan.
  4. Dapat menentukan bagaimana tolok ukur keberhasilan proses pendidikan.
    1. a.             Filsafat dan Tujuan Pendidikan

Dalam arti luas pendidikan dapat diartikan sebagai proses pengembangan semua aspek kepribadian manusia, baik aspek pengetahuan, nilai dan sikap, maupun keterampilan.

Hummel (1977) mengemukakan tujuan pendidikan harus dapat mengandung 3 hal, yaitu:

  1. Autonomy, artinya memberi kesadaran, pengetahuan dan kemampuan yang prima kepada setiap individu dan kelompok untuk dapat mandiri dan hidup bersama dalam kehidupan yang lebih baik.
  2. Equity, artinya pendidikan harus dapat member kesempatan kepada seluruh warga masyarakat untuk dapat berpartisifasi dalam kebudayaan dan ekonomi.
  3. Survival, artinya bukan saja harus dapat menjamin terjadinya pewarisan dan memperkaya kebudayaan dari generasi kegenerasi akan tetapi juga harus dapat memberikan pemahaman akan saling ketergantungan antara manusia.

Menurut Bloom (1965), tujuan pendidikan dapat digolongkan kedalam 3 klasifikasi, yaitu:

  1. Kognitif, berhubungan dengan intelektual atau keserdasan;
    1. Afektif, berhubungan dengan pengembangan sikap;
    2. Psikomotor, berhubungan dengan keterampilan.
  2. b.             Filsafat sebagai proses berfikir

Filsafat sering diartikan sebagai cara berfikir. Berfikir filosofis adalah berfikir yang memiliki cirri-ciri tertentu. Sidi gazalba mengemukak:an cirri-ciri berfikir sebagai berfikir yang radikal, sistematis, dan universal.

 

  1. B.            Landasan Psikologis
  2. a.             Psikologi Perkembangan Anak

Alasan pentingnya memahami perkembangan anak diantaranya:

1).     Setiap anak didik memiliki tahapan atau masa pertkembangan tertentu;

2).     Anak didik yang sedang pada masa perkembangan merupakan periode yang sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan hidup mereka;

3).     Akan memudahkan dalam melaksanakan tugas-tugas pendidikan.

Menurut Piaget, perkembangan intelektual (kognitif) setiap individu berlangsung dalam tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-tahapan perkembangan kognitif itu, menurut Piaget terdiri dari 4 fase:

  1. Sensorimotor (0-2 tahun)

pada fase sensorimotor yang berlangsung sejak anak lahir sampai usia dua tahun, kemampuan kognitif anak masih sangat terbatas.

  1. Praoperasional (2-7 tahun)

Pase ini menurut piaget ditandai dengan beberapa cirri:

  1. Adanya kesadaran dalam diri anak tentang suatu objek,
  2. Kemampuan anak dalam berbahasa mulai berkembang,
    1. Fase praoperasional ini dinamakan juga fase intuisi, sebab pada fase ini anak mulai mengetahui perbedaan antara objek-objek sebagai suatu bagian dari individu atau kelasnya.,
    2. Pandangan terhadap dunia, pada fase ini bersifat “animistic” artinya, segala sesuatu yang bergerak didunia ini adalah hidup,
    3. Pada fase ini pengamatan dan pemahaman anak terhadap situasi
      1. Operasional konkret (7-11 tahun)

Dikatakan fase operasional konkret, kare na pada masa ini pikiran anak terbatas pada objek-objek yang ia jumpai dari pengalaman-pengalaman langsung.

  1. Operasional formal (12-14 tahun keatas)

Pada fase ini pola berfikir anak sudah sistematik dan meliputi proses-proses yang kompleks.

  1. b.             Psikologi Belajar

Pengembangan kurikulum tidak akan terlepas dari teori belajar. Sebab pada dasarnya kurikulum disusun untuk membelajarkan siswa.

 

  1. Landasan Sosiologis-Teknologis
  2. Kekuatan Social  yang Dapat mempengruhi Kurikulum

Perubahan bukan hanya terjadi pada system nilai, akan tetapi juga pada pola kehidupan, struktur social, kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

  1. Kemajuan IPTEK sebagai Bahan Pertimbangan Penyusunan Kurikulum

Hal penting yang perlu diperhatikan dan diantisipasi  oleh para pengembang kurikulum sehubungan dengan perubahan yag terjadi di masyarakat adalah mengenai:

1).  perubahan pola hidup dan perubahan social politik.

Pola kehidupan masyarakat industry modern berbeda dengan pola kehidupan agraris. Perbedaan tersebut dapat dilihat:

a).   pola kerja,

b).   pola hidup yang sangat tergantung pada kepada hasil-hasil teknologi,

c).   pola hidup dalam system perekonomian baru,

2).   Perubahan kehidupan social politik

Produk hukum yang dapat digunakan untuk mengadakan perubahan jiwa dan strategi pendidikan di Indonesia adalah dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 dan 25 Tahun 1999 tentang Otonomi dan tentang Perimbangan Pembagian Keuangan.

Sehubungan dengan hal diatas, maka para pengembang kurikulum dalam melaksanakan tugasnya harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

a). mempelajari dan memahami kebutuhan masyarakat seperti yang dirumuskan dalam masyarakat seperti yang dirumuskan dalam Undang-Undang, keputusan pemerintah, pelauran daerah, dsb

b).   menganalisis budaya masyarakat tempat sekolah berada

c).   menganalisis kekuatan serta potensi-potensi daerah

d).   menganalisis syarat dan tuntutan tenaga kerja

e). menginterpretasi kebutuhan individu dalam kerangka kepentingan masyrakat.

Categories: Telaah Kurikulum | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

  1. Membingungkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Ihsanulirfan's Blog

physics is my life :)

Kebab Ajieb And Spirit Tea

Just another WordPress.com site

isnaherawaty

Just another WordPress.com site

RINO LIGHT_Sugeng Santoso

Karya, Bisnis, dan Usahaku Untuk Berbagi Bersama Kalian

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

Adi Maja Diary

welcome in my life

Catatan si Kecil

A great WordPress.com site

Wachied Van Eerlijk

A topnotch WordPress.com site

My Site The Munawar

Tersenyumlah Karena Ku Tau Senyummu Itu Indah

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

fabelster

Education & Music

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: