Sulitnya kutemukan arti hidup I

Sempatkah  anda berpikir bahwa hidup ini sangatlah mengerikan ? itu semua saya jawab bisa itu benar, bisa juga itu kurang tepat. Lalu darimana benarnya ? dan dimana kurang tepatnya ?

Dari kedua pertanyaan tersebut saya coba sedikit mengemukakan gagasan. Tanpa ada rasa untuk menjadikan tulisan ini menginspirasi anda, karena saya yakin ini hanya coretan orang yang sedang luluh lantah dalam mencari arti hidup.

Benarkah hidup ini mengerikan ?

Saya jawab iya. Saya ambil ini dari kisah semasa saya kecil, bisa dibilang masa kecil saya bahagia sampai kelas 5 SD. Kenapa begitu ?, dari kelas satu sampai kelas 4 saya merasakan hidup yang amat indah, memiliki teman-teman yang sangat peduli dan baik terhadap saya. Namun itu berubah ketika saya  mulai masuk ke kelas 5.

Pada waktu saya naik ke kelas 5. Dikampung saya ada pengajian baru dengan pimpinan bernama ustad obay. sebelum ustad  obay masuk kampung saya, anak-anak semua mengaji dipengajian yang kebetulan dipimpin  oleh ayah saya sendiri. Entah kenapa semua anak-anak pindah tanpa memberitahu kepada orang tua saya terlebih dulu. Namun bukan dari segi itu saya melihat. Dulu teman-teman yang peduli dan baik pada saya, menjadi aga renggang. Dari sinilah kehidupan merasa sepi dan ketakutan, entah apa yang menyebabkan mereka menjadi seperti itu, dari anak-anak pengajian, menjadi seperti komunitas baru yang beringas.

Sedikit apa yang membuat saya sakit, kelakuan mereka terhadap saya merubah karakter saya dari seorang yang pemalu menjadi orang yang mudah marah. Suatu ketika tanpa ada alasan yang jelas, sepulang sekolah saya berkelahi dengan senior karena pada waktu itu dia kelas 6 dan saya kelas 5, dan dia adalah murid pengajian ustad obay. Karena pada waktu itu kita berkelahi dipinggir jalan jadi kita ada yang memisahkan.

Hari-hari berlanjut saya hanya berteman dengan teman disekolah yang beda kampung dengan saya, jadi pada waktu itu waktu sosialisasi saya hanya sampai jam 12 siang. Betapa sakit pada waktu itu, sepulang sekolah saya tidak langsung bermain seperti anak pada umumnya, saya hanya diam dirumah menyendiri tanpa orang tua ketahui dan memang saya tertutup dengan orang lain walau itu orang tua saya sendiri.

Beberapa hari kedepan setelah perkelahian saya dengan senior itu. Sepulang sekolah saya berjalan dibelakang gerombolan murid ustad obay karena memang satu arah, dengan menundukan kepala dan menendang-nendang batu kerikil sebagai ekspresi hati saya yang memang amat kesepian. Serentak mereka berhenti dan saya ditarik mereka, kagetlah saya ! ternyata saya diajak berkelahi satu lawan satu. Waktu itu saya setuju saja, rasa sepi yang mereka buat kepada diri saya membuat itu menjadi segumpulan kebencian yang membara. Sebut saja andi orang yang berkelahi dengan saya. Awal mulanya kita memang berkelahi secara satu lawan satu, namun ketika posisi saya diatas dada si andi, belasan pukulan bahkan mungkin lebih mengenai kepala belakang dan pungggung saya. Namun itu tidak membuat saya berhenti memukuli si andi dan yang terakhir dipinggir muka si andi terdapat pecahan genteng dan saya dengan mudah mengambilnya lalu mengahantamkan pecahan genteng itu ke  muka si andi, berdarahlah si andi itu. Namun dari kira-kira 9 orangan itu terus-menerus memukuli saya dari belakang sampai saya tergeletak kepusingan Karena hantaman ke kepala saya. Si andi dibawa pulang mereka,  dan saya dibiarkan tergeletak. Bahkan pada waktu itu ada yang masih saudara dengan saya, namun bukan dia menolong saya, ternyata diapun ikut memukuli.

Sayapun pulang sendiri sembari memegang-megang kepala karena takut orang tua mengetahuinya. Pada malam harinya saya dimarahi orang tua, ternyata orang tuanya si andi memberitahu orang tuaku. Tanpa henti orang tua saya memarahi tanpa mereka tahu yang sesungguhnya terjadi kepada saya, saat itu ingin rasanya pergi dari rumah, namun apa daya bocah yang baru kelas 5.

Sedikit bisa diambil dari kisah hidup saya, pada saat itu saya berpikir hidup ini mengerikan. Namun dibalik masa kecil saya. Setelah dewasa ini terasa bahwa kejadian yang dimasa lalu itu memang perlu terjadi, karena berkat kejadian masa lalu itu, saya menjadi orang yang kuat  dalam berpikir, itu hal yang paling utama dari sekedar emosi.

Categories: My Story | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Ihsanulirfan's Blog

physics is my life :)

Kebab Ajieb And Spirit Tea

Just another WordPress.com site

isnaherawaty

Just another WordPress.com site

RINO LIGHT_Sugeng Santoso

Karya, Bisnis, dan Usahaku Untuk Berbagi Bersama Kalian

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

Adi Maja Diary

welcome in my life

Catatan si Kecil

A great WordPress.com site

Wachied Van Eerlijk

A topnotch WordPress.com site

My Site The Munawar

Tersenyumlah Karena Ku Tau Senyummu Itu Indah

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

fabelster

Education & Music

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: