EVALUASI KURIKULUM

 

  1. 1.             Pengertian Evaluasi

Menurut Guba dan Lincoln mendefinisikan evaluasi sebagai suatu proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang dipertimbangkan (evaluand). Sesuatu yang dipertimbangkan itu bisa berupa orang, benda, kegiatan, keadaan, atau sesuatu kesatuan tertentu (Hamid Hasan 1988).

  1. 2.             Model-model Evaluasi Kurikulum

Evaluasi kurikulum merupakan suatu tema yang luas, meliputi banyak kegiatan, meliputi sejumlah prosedur, bahkan dapat merupakan suatu lapangan studi yang berdiri sendiri. Evaluasi kurikulum juga merupakan fenomena yang multifaset, memiliki banyak segi.

1)             Evaluasi model penelitian

Model ini didasarkan atas teori dan metode tes psikologis serta experiment lapangan. Tes psokologis stau tes psikometrik pada umumnya mempunyai dua bentu, yatu: tes intelegensi yang ditujukan untuk mengukur kemampuan bawaan, serta tes hasil belajar yang mengukur prlaku skolastik.

Salah satu pendekatan dalam evaluasi yang menggunakan eksperimen lapangan adalah mengadakan pembadingan antara dua macam kelompok anak, umpama nya yang menggunakan dua metode belajar yang berbeda. Kelompok pertama menggunakan metode global, dan kelompok kedua menggunakan metode unsure.

2)             Evaluasi model objektif

Model ini berasal dari Amerika Serikat. Perbedaan model ini dengan model komparatif adalah dalam dua hal: 1) dalam model objektif, evaluasi erupakan bagian yang sangat penting dari proses pengembangan kurikulum. 2) kurikulum dibandingkan dengan kurikulum lain tetapi diukur dengan seperangkat objektif  (tujuan khusus) .

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh tim pengembang model objektif.

1)   Ada kesepakatan tentang tujuan-tujuan kurikulum,

2)   Merumuskan tujuan-tujuan tersebut dalam perbuatan siswa,

3)   Menyusun materi kurikulum yang sesuai dengan tujuan tersebut,

4)   Menngukur kesesuaian antara prilaku siswa dengan hasil yang di inginkan.

3)             Model campuran multivariasi

Evaluasi model perbandingan dan model tylor dan bloom melahirkan evaluasi model campuran multivariasi, yaitu strategi evaluasi yang menyatukan unsure-unsur dari kedua pendekatan tersebut.

Langkah-langkah model mulivariasi adalah:

1)   Mencari sekolah yang berminat untuk dievaluasi/ diteliti,

2)   Pelaksanaan program. Bila tidak ada pencampuran sekolah tekanannya pada partisipasi yang optimal,

3)   Semestara tim menyusun tujuan yang meliputi semua tujuan dari pengajaran umpamanya dengan metode global dan metode unsure, dapat disiapkan tes tambahan,

4)   Bila semua informasi yang diharapkan telah terkumpul, maka mulailah pekerjaan computer,

5)   Tipe analisis dapat juga digunakan untuk mengukur pengaruh bersama dari beberapa variable yang berbeda.

Categories: Telaah Kurikulum | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Ihsanulirfan's Blog

physics is my life :)

Kebab Ajieb And Spirit Tea

Just another WordPress.com site

isnaherawaty

Just another WordPress.com site

RINO LIGHT_Sugeng Santoso

Karya, Bisnis, dan Usahaku Untuk Berbagi Bersama Kalian

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

Adi Maja Diary

welcome in my life

Catatan si Kecil

A great WordPress.com site

Wachied Van Eerlijk

A topnotch WordPress.com site

My Site The Munawar

Tersenyumlah Karena Ku Tau Senyummu Itu Indah

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

fabelster

Education & Music

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: