KOMPONEN-KOMPONEN PENGEMBANGAN KURILULUM

Kurikulum dalam arti sempit berarti kumpulan mata pelajaran atau bahan ajar. Dalam arti luas, kurikulum meliputi semua pengalaman yang diperoleh siswa karena pengarahan bimbingan dan tanggung jawab sekolah. Dalam lingkup yang luas ataupun sempit kurikulum membentuk desain yang menggambarkan pola organisasi dari komponen-komponen kurikulum dengan perlengkapan penunjangnya.

  1. A.      KURIKULUM SEBAGAI SUATU SISTEM

Kurikulum dapat diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang, yang memiliki susunan anatomi tertentu. Unsur atau komponen-komponen dari anatomi tubuh kurikulum yang utama adalah tujuan, isi, atau materi, proses atau system penyampaian atau media, serta evaluasi.

Suatu kurikulum harus memiliki suatu kesesuaian atau relevansi. Kesesuaian ini meliputi dua hal: pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan, kebutuhan, kondisi, dan perkembangan masyarakat. Kedua kesesuaian antara komponen-komponen kurikulum, yaitu isi sesuai dengan tujuan, proses sesuai dengan isi dan tujun, demikian juga evaluasi sesuai dengan proses, isi dan tujuan kurikulum.

  1. B.       KOMPONEN TUJUAN

Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam kurikulum atau pengajaran. Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. Pertama perkembangan tuntutan, kebutuhan dan kondisi masyarakat. Kedua didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai pilosofis, terutama palsafah Negara.

Kalau diibaratkan, tujuan sama dengan komponen jantung pada system tubuh manusia. Perumusan tujuan mengajar yang berbentuk tujuan khusus memberikan beberapa keuntungan:

1)        Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa.

2)        Tujuan khusus, membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar.

3)        Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar.

4)        Tujuan khusus mmudahkan guru mengadakan penilaian.

 

  1. C.      KOMPONEN MATERI

Materi merupakan komponen kedua dalam system pembelajaran. Dalam konteks tertentu, materi pelajaran merupakan inti dalam proses pembelajaran. Artinya, sering terjadi proses pembelajaran diartikan sebagai proses penyampaian material ini bisa dibenarkan manakala tujuan utama pembelajaran adalah penguasaan materi pelajaran. Dalam kondisi semacam ini, maka penguasaan materi pelajran oleh guru mutlak diperlukan.

Materi pelajaran biasanya tergambarkan dalam buku teks, sehingga sering terjadi proses pembelajaran adalah menyampaikan materi yang ada dalam buku. Namun demikian, dalam setting pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan atau kompetensi, tugas dan tanggungjawab guru bukanlah sebagai sumber belajar. Jadi, materi pelajaran sebenarnya dapat diambil dari berbagai sumber.

 

 

  1. D.      KOMPONEN STRATEGI

Strategi adalah komponen yang juga memiliki fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat di implementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebuat tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan, dan guru perlu memahami secara baik peran dan fungsi straregi dalam pelaksanaan proses pembelajaran.

Ada beberapa srtategi yang dapat digunakan dalam mengajar. Rowntree (1974 : 93-97) membagi strategi mengajar itu atas Exposition – Discovery Learning and Groups – Individual Learning. Ausubel and Robinson (1969: 43 – 45) membaginya atas strategi Reception Learning and Rote Learning – Meaningful Learning.

 

  1. E.       KOMPONEN EVALUASI

Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam system proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, akan tetapi juga berfungsi sebagai umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan pembelajaran. Melalui evaluasi kita dapat melihat kekurangan dalam pemanfaatan berbagai komponen system pembelajaran.

1)        Evaluasi hasil belajar-mengajar

Dalam evaluasi ini disusun butir-butir soal untuk mengukur pencapaian tiap tujuan khusus yang telah ditentukan. Menurut lingkup lias bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.

2)        Evaluasi pelaksanaan mengajar

Komponen yang dievaluasi dalam pengajaran bukan hanya hasil belajar-mengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan pengajaran, yang meliputi evaluasi komponen tujuan mengajar, bahan pengajaran (yang menyangkut sekuens bahan ajar), strategi dan media bahan pengajaran, serta komponen evaluasi mengajar sendiri.  

Categories: Telaah Kurikulum | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Ihsanulirfan's Blog

physics is my life :)

Kebab Ajieb And Spirit Tea

Just another WordPress.com site

isnaherawaty

Just another WordPress.com site

RINO LIGHT_Sugeng Santoso

Karya, Bisnis, dan Usahaku Untuk Berbagi Bersama Kalian

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

Adi Maja Diary

welcome in my life

Catatan si Kecil

A great WordPress.com site

Wachied Van Eerlijk

A topnotch WordPress.com site

My Site The Munawar

Tersenyumlah Karena Ku Tau Senyummu Itu Indah

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

fabelster

Education & Music

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: