“Surga itu dibawah telapak kaki ibu”

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله العالمين والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين سيدنا ومولنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين. اما بعد :

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan segala sesuatu dan menetapkan ketentuan atas seluruh makhluk-Nya. Dialah satu-satunya yang menguasai serta mengatur seluruh alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejaknya hingga akhir zaman.

Hadirin Rahimakumullah

Cinta anak sepanjang galah, cinta ibu sepanjang masa. Pepatah yang biasa kita dengar untuk melukiskan betapa kita, anak-anak ibu, tidak akan pernah sanggup membayar (berapapun dan dengan apapun) cinta yang pernah diberikannya.

Hadirin Rahimakumullah

Kisah Huwaish al Qorni, sahabat Rasulullah, ketika  rasa ingin membalas cinta sang ibu membuatnya rela ingin menggendong ibunya pulang pergi ibadah haji. Bahkan sahabat lain, dilarang pergi berperang bersama Rasul, lantaran tidak ada yang mengurus ibunya yang sudah renta. ? rawat dan layani ibumu,? Itulah perintah Rasul kepada pemuda itu.

Hadirin Rahimakumullah

Mari hadirkan kembali wajah sang ibu dalam bayangan kita, dengan seizing Allah genangan air mata akan membanjiri kelopak mata yang mungkin sudah sekian lama kita biarkan tak menyapanya. Kerut di pipinya mengisyaratkan kelelahan yang sangat, tenaga yang mulai habis dimakan waktu seolah tak lagi sanggup sekedar mengangkat tubuh rapuhnya. Di bola matanya, Nampak jelas guratan berat kehidupan yang telah dilaluinya. Semua itu, dilakukannya hanya untuk kita, yang dicintainya , Subhanallah.

            Hadist Rasullulloh SAW, yang berbunyi

الجنة تحت اقدام الأمهات

Hadist ini mengingatkan kita, apakah kita sudah berbuat baik kepada kedua orang tua kita, ataukah malah sebaliknya ? Dengan adanya hadist ini dapat kita simpulkan bahwa, pintu gerbang menuju surga adalah seorang ibu, ketika kita mempunyai ridho dari orang tua, maka insyaalah ridho allah pun akan bersama kita.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya mohon maaf, diakhiri dengan sebuah pantun:

“jalan-jalan ke ciputar tentulah kita membeli keju, kalau kah kita anak yang pintar tentulah kita hormati ibu”

AKHIRUL KALAM ,Wasalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Categories: Khitobah | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Ihsanulirfan's Blog

physics is my life :)

Kebab Ajieb And Spirit Tea

Just another WordPress.com site

isnaherawaty

Just another WordPress.com site

RINO LIGHT_Sugeng Santoso

Karya, Bisnis, dan Usahaku Untuk Berbagi Bersama Kalian

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

Adi Maja Diary

welcome in my life

Catatan si Kecil

A great WordPress.com site

Wachied Van Eerlijk

A topnotch WordPress.com site

My Site The Munawar

Tersenyumlah Karena Ku Tau Senyummu Itu Indah

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

fabelster

Education & Music

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: